BATANG - Menteri Desa
Pembangunan Daerah Tertinggal, Marwan Jafar menjadi pembicara pada Seminar Desa
Membangun Indonesia, dalam rangka Festival Anggaran di Kabupaten Batang, Senin.
Menteri
Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes) Marwan Jafar
mengajak masyarakat dan santri mengawasi penyaluran dana desa.
Marwan mengatakan dana desa yangg akan dikucurkan pada 2016 sekitar Rp 700 juta
hingga Rp 800 juta.
"Para
santri dapat ikut berpartisipasi dan menyukseskan pembangunan desa," kata
Menteri Marwan saat menghadiri acara pengajian "Tegal Rejo Bershalawat di
Pesantren Asrama Pendidikan Islam Tegalrejo, Magelang, Jawa Tengah seperti
dalam siaran pers kepada.
Marwan
menyatakan dana desa pada 2016 meningkat dibandingkan 2015. Pada tahun
sebelumnya, setiap desa baru mendapatkan dana desa Rp 300 juta. Sedangkan untuk
tahun 2016 ini setiap desa akan mendapat dana desa Rp 700 juta sampai Rp 800
juta. "Yang akan turun dalam dua tahap. Tahap pertama 60 persen dan tahap dua
40 persen," ujar politikus Partai Kebangkitan Bangsa ini.
Peran
masyarakat dan santri mengawasi dana desa sangat penting. Hal ini agar dana
desa termanfaatkan secara optimal untuk kepentingan masyarakat. Dia menjelaskan
dana desa harus diprioritaskan untuk membangun infrastruktur dasar seperti
pembangunan dan perbaikan jalan desa, jembatan, talud, irigasi, dan untuk
meningkatkan kapasitas ekonomi desa, seperti untuk BUMDes, koperasi desa, toko
atau pasar desa.
“Setelah
infrastruktur bagus, maka prioritas kedua diperuntukkan membuat sarana
prasarana dasar desa seperti pembangunan Paud, posyandu," kata Marwan.
Dalam acara
yang dihadiri oleh Habib Syech dari Solo tersebut Marwan juga memberikan
tantangan kepada para santri mengikuti Lomba Membaca Kitab Ihya Ulumudin
karangan Imam Al-Ghazali berhadiah umrah yang diselenggarakan DPP PKB pada 7-25
April. (jug)
