Bupati Lampung Utara Berikan Bantu Kendaraan Operasional Kepada PKH Dan Bidan Desa




LAMPUNG UTARA - Untuk memudahkan operasional dalam bekerja, Bupati Lampung Utara, H. Agung Ilmu Mangkunegara, S.STP.,MH., menyerahkan kendaraan operasional berupa sepeda motor untuk Pendamping/Operator Program Keluarga Harapan (PKH), Bidan dan Mobil Ambulans untuk Puskemas-Puskesmas diseluruh wilayah kecamatan, Kelurahan dan Desa Se-Kabupaten Lampung Utara, dihalaman Pemerintah Daerah Kabupaten Lampung Utara. Rabu (9 Agustus 2017).
Hadir juga Wakil Bupati Lampung Utara, dr. H. Sri Widodo, M.Kes.,SP.,PD.,FINASIM., Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Utara, Drs. Samsir, MM., Anggota Dewan Perwakilan Daerah Kabupaten Lampung Utara, Forkopimda Kabupaten Lampung Utara, para Kepala Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Lampung Utara.

Dalam laporannya, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Kabupaten Lampung Utara, Bapak. H. Budi Utomo, SE.,MM., memaparkan penerima kendaraan operasional tersebut berjumlah 382 unit yang terdiri dari Pendamping/Operator Program Keluarga Harapan (PKH) sebanyak 114 Unit, Bidan sebanyak 268 Unit dan Puskesmas 15 Unit Mobil Ambulans.
“Bupati telah memenuhi keinginan kita semua karena sebelumnya Pendamping/Operator PKH, Bidan dan Puskesmas mengalami kesulitan dalam menjalankan tugasnya karena tidak adanya kendaraan operasional. Dengan itu, kami mengucapkan terima kasih kepada Bupati Lampung Utara yang sudah sangat memperhatikan kami” Kata Budi Utomo.

Penyerahan kendaraan operasional secara simbolis oleh Bupati Lampung Utara kepada Puskesmas, Pendamping/Operator PKH dan Bidan.

Dalam sambutannya, Bupati Lampung Utara mengungkapkan bahwa Lampung Utara merupakan satu-satunya Kabupaten yang ada di Provinsi Lampung yang memperhatikan Pendamping/Operator PKH, Bidan. Bupati menegaskan dengan diberikannya kendaraan ini untuk merangsang dalam melayani rakyat lebih baik lagi, untuk mendatangi dan melihat bagaimana keluarga dan masyarakat sakit yang membutuhkan pertolongan. Selain itu Bupati menghimbau kepada para penerima bantuan kendaraan operasional dapat merawat dan menjaga dengan sebaik-baiknya.
“Jangan sampai kendaraan ini jadi tidak dirawat, perbaiki jika ada mesin yang rusak, jaga dan cintai kendaraan ini sepenuh hati” Kata Bupati Agung Ilmu Mangkunegara.

Untuk mobil Ambulans untuk menunjang operasional puskesmas-puskesmas yang ada di Kabupaten Lampung Utara, Bupati menegaskan tidak ingin melihat mobil ambulas tidak terawat dan rusak. Selanjutnya Bupati mengingatkan untuk membayar pajak secara rutin, karena membayar pajak merupakan kewajiban sebagai warga Indonesia.


Diakhir sambutannya, Bupati berharap kepada Pendamping/Operator Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bidan agar dapat menjadi penyambung informasi yang baik kepada masyarakat dan dapat bersama-sama membangun Lampung Utara menjadi lebih baik.

Dilanjutkan dengan peninjauan Bupati terhadap kendaraan operasional yang didampingi Wakil Bupati, Sekretaris Daerah dan Forkopimda Kabupaten Lampung Utara. Ditengah peninjauan terhadap mobil Ambulans, Bupati Agung Ilmu Mangkunegara meminta kepada Kepala Dinas Kesehatan agar mobil Ambulans dapat dilengkapi dengan peralatan untuk operasi kecil dan proses persalinan, yang mana dapat lebih cepat membantu masyarakat yang membutuhkan pertolongan secara cepat atau darurat serta masyarakat yang tinggal di pedesaan yang jauh dari jangkauan Puskesmas dan Rumah Sakit. (B.Irawan).

Apa hubungan Alexander Agung dengan tampilan Buddha dalam karya seni?

Ketika Alexander Agung, penakluk asal Makedonia tiba di wilayah yang sekarang merupakan Pakistan dan India terdapat dua kebudayaan yang berkuasa dan saling mempengaruhi satu sama lain.
Penampilan pertama sang Buddha di wilayah lembah Indus (sekarang di Pakistan dan India) ditemukan sekitar abad pertama dan kedua Maeshi. Sebelumnya Buddha digambarkan melalui penggunaan lambang-lambang seperti Pohon Bodhi, stupa, kursi kosong, jejak kaki dan roda. Tetapi setelah datangnya tentara Yunani dan sekutunya dibawah pimpinan Alexander Agung yang menguasai wilayah Bactria (sekarang di Afghanistan), Buddha mulai ditampilkan dalam bentuk manusia.
          Menampilkan Buddha
          Penampilan Buddha dalam seni yang inovatif jelas merupakan pengaruh dari seniman Helenistik (artinya: yang dipengaruhi budaya Yunani), dan dalam waktu singkat mencapai tingkat kecanggihan dalam seni patung. Monumen serta patung Buddha dari masa ini mempengaruhi seni rupa Buddhisme dan melengkapinya.
          Sosok penampilan Buddha pada masa itu terlihat sangat mirip dengan patung Belvedere Apollo (dari 330 Masehi), indah serta memakai pakaian bergaya Helenistik. Sang Buddha ditampilkan dengan mengenakan toga tipis, dengan pose tegak lurus, berambut ikal ala Mediteranea dengan rambut yang diikat di atas. Beberapa patung Buddha yang ditemukan dibuat dengan tangan dan kaki yang dipahat dari marmer, yang merupakan sebuah teknik Yunani. Kini, banyak sejarawan dan peneliti berandai-andai, mungkinkah penampilan Buddha dalam sosok patung-patung ini mewakili penampilan raja kuno yang merubah cara sang Buddha ditampilkan?
          Raja Agung dari Makedonia pada jejak Buddhisme
          Pada 326 SM, Alexander Agung menaklukkan bagian utara India. Beberapa tahun sebelumnya, pada 332 SM, Alexander menyerang Bactria dan Gandhara ketika wilayah tersebut berada dalam pengaruh Buddhisme dan Jainisme, dua agama besar dari sekitar wilayah India. Legenda mengatakan, dua pemuda dari Bactria, Tapassu dan Bahallika, mengunjungi Sang Buddha dan menjadi pengikutnya. Ketika mereka kembali ke asalnya, kedua pemuda tersebut menjadi orang bijaksana.
          Pusat Buddhisme ini aman hingga datangnya pasukan dari sang raja Makedonia. Alexander bertempur dalam sebuah peperangan dahsyat melawan Raja Porus dari Paurava di Punjab (Pertempuran Hydaspes) pada 326 SM. Setelah itu, dia menemukan sebuah agama yang sangat mempengaruhinya, dan Alexander-pun banyak terilhami oleh budaya yang ditemukannya di wilayah Asia ini.
          Menurut sumber-sumber sejarah, beberapa filsuf seperti Anaxarchus, Pyrrho, dan Onesicritus dipilih oleh Alexander sebagai pendampingnya pada peperangan di Timur ini. Mereka melewati wilayah yang sekarang merupakan India ini selama 18 bulan. Mereka menemui pada rahib dan juga pertapa India yang mereka sebut Gymnosphitis.
          Onesicritus merupakan pengikut falsafah Sinis, yang menurut penuturan sejarawan Strabo, belajar di India bahwa tidak ada hal yang baik atau buruk menimpa seorang manusia. Opini ditampilkan hanya sebagai mimpi, dan falsafah terbesar adalah yang dapat membebaskan pikiran dari kenikmatan serta kesengsaraan.
          Pyrrho merupaka murid Skeptisisme dan menciptakan aliran yang dikenal dengan Pyrrhonisme. Dia juga menulis setelah kunjungannya ke India bahwa sesungguhnya tidak ada hal yang benar-benar ada, akan tetapi kehidupan manusia itu diatur oleh kebiasaan. Kedua pendapat ini dinilai sebagai pengaruh Buddhisme. Hal ini menunjukkan ikatan dan keterkaitan antara keyakinan Yunani Kuno dengan Buddhisme. Hal ini juga menunjukkan betapa menariknya Buddhisme bagi penganut agama-agama lain pada waktu itu.
Pelindung Helenistik Buddhisme
          Greko-Buddhisme merupakan sinkretisme (perpaduan dua agama) antara budaya Helenistik dan Buddhisme; keyakinan ini hidup bahkan hingga abad ke 5 Masehi. Gerakan ini tidak saja merupakan sistem kepercayaan bangsa Yunani, akan tetapi mempengaruhi bagian-bagian dari Pakistan, India dan Afghanistan. Di masa lain, lambang-lambangnya diadopsi di negara-negara lain di wilayah Asia Tengah dan Asia Timur Laut, seperti di Tiongkok, Korea, Jepang, Siberia dan bahkan Vietnam serta Filipina.
          Pengaruh terbesar budaya Helenistik terhadap Buddhisme terkait perlambangan para pahlawan yang sangat khas dalam budaya Yunani. Yang mengejutkan adalah sosok Herakles (atau juga dikenal sebagai Hercules), yang berkembang menjadi perwujudan Vajrapani, pelindung Sang Buddha.
Dewa Angin Boreas dalam mitologi Yunani, berkembang menjadi Dewa Angi di Jepang bernama Fujin, melalui perwujudan dari Dewa Greko-Buddhisme, Wardo. Hariti, sang dewi terilhami oleh dewi Yunani, Tyche. Bahkan Dewa Atlas terlihat dalam perwujudan di aliran Greko-Buddhisme juga.

          Dewi Hariti bersama anak, Gandhara (sumber: Ancient Origins)
         Satu ciri lain yaitu bocah bersayap yang biasanya terbang sepasang, memegang rangkaian bunga diatas Buddha sebagai lambang kemenangan. Tampilan serupa sangat terkait dengan seni Helenistik dan tidak ditemukan di seni Asia.
         Sisa-sisa peninggalan Bactria Kuno
          Bactria berada dibawah kekuasaan Yunani selama dua abad. Kerajaan Greko-Bactrian dimulai ketika Alexander Agung menguasainya pada tahun 332, hingga akhirnya runtuh pada tahun 125 SM. Pada periode ini, kerajaan tersebut menjadi sosok Helenistik yang mendekati sempurna. Penggalian arkeologis menunjukkan bahwa di kota-kota seperti Alexandria di Oxus (sekarang Ai-Khanoum), terdapat seni mata uang para raja Greko-Bactria, dan dianggap yang terbaik di budaya Helenistik. Di sini juga terdapat bagian dari imperium Yunani yang amat kaya, dimana uang emas dan perak dibuat disini.
        Buddhisme berkembang ke arah Asia Tengah pada abad I Masehi dan bertahan hingga datangnya Islam. Salah satu monumen terbesar dan paling megah terkait budaya Greko-Buddhisme merupakan patung Buddha di Bamiyan, yang diciptakan pada abad 5 hingga abad 9 Masehi. Keindahannya sangat erat kaitannya dengan gaya Helenistik yang berkembang saat itu.
Kebanyakan peninggalan budaya di Bactria pada masa itu hilang mulai abad ke 5 Masehi. Beberapa artefak berhasil diselamatkan hingga abad ke 7 Masehi di biara-biara yang meninggalkan ciri khas Helenistik dipadu dengan dekorasi a la India. Beberapa lagi dipengaruhi oleh budaya Sassanid Persia.
Dalam peperangan di Afghanistan pada abad ke 20 Masehi, banyak artefak yang hancur. Kemudian pada tahun 2001, patung Buddha yang paling terkenal dari Bamiyan dihancurkan oleh rezim Taliban. Warisan budaya yang sempat mendapat pengakuan dari UNESCO ini hilang untuk selamanya.
          Patung Buddha, Bamiyan pada tahun 1963 (kiri) serta setelah dihancurkan seluruhnya (2008) - sumber Ancient Origins
           Penghancuran patung Buddha di Bamiyan merupakan kehilangan besar bagi ratusan juta penganut Buddhisme di seluruh dunia. Pada bulan Juni 2015, sepasang warga Tiongkok, Xinyu Zhang dan Hong Liang memenuhi ruang kosong yang ditinggalkan dengan sinar tiga dimensi dengan wujud patung Buddha. Sekitar 150 penduduk lokal datang untuk melihat peresmian patung-patung holografis ini, tanpa mempedulikan risiko yang mungkin timbul dari pihak-pihak yang tidak bersimpati.

GKR Hemas prihatin dengan perkembangan budaya Yogyakarta


Wakil Ketua DPD RI GKR Hemas prihatin terhadap perkembangan budaya di Yogyakarta saat ini yang hanya berfokus pada masalah kesenian saja.
          "Budaya tidak hanya pada ranah kesenian saja namun dapat diterapkan dalam bidang lainnya seperti budaya gotong-royong dan guyub rukun, serta pemahaman akan bahasa daerah setempat khusunya bahasa Jawa," kata GKR Hemas pada silaturahmi dan sosialisasi DPD RI di Dusun Gayamharjo, Prambanan, Sleman, Yogyakarta, Rabu.
          Menurut dia, pemahaman budaya sudah semakin menipis dan banyak anak muda sekarang yang tidak bisa bahasa Jawa.
          "Di kota itu koe-koe, aku-aku, berbeda dengan di desa karena guyub rukun dan gotong-royong," katanya.
          Selain masalah budaya, GKR Hemas juga menampung aspirasi warga masyarakat yang mengeluhkan masalah sosial seperti bencana, kemiskinan dan kekurangan air ketika kemarau melanda di dusun yang berada paling timur di Kabupaten Sleman tersebut.
Menanggapi hal itu, GKR Hemas akan berkoordinasi dengan Pemkab Sleman dan Pemprov DIY untuk menanganinya.
          Camat Prambanan Abu Bakar mengatakan, jumlah KK rawan kekeringan saat kemarau melanda sebanyak 2118, KK berada di daerah rawan lonsor sebanyak 289 dan KK miskin sebanyak 3.655.
          "Ketika musim kemarau, truk tangki air berbondong-bondong ke Gayamharjo, kedepannya kami ingin secara mandiri mengatasi masalah kekeringan air di wilayah Gayamharjo," katanya.
Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun mengatakan bahwa upaya penanganan bencana di Kacamatan Prambanan didukung oleh 1.512 orang relawan dan 39 organisasi yang tergabung dalam Forum Komunikasi Komunitas Relawan Sleman, termasuk didalamnya FPRB Bandung Bondowoso yang ada di Prambanan.
         "Selain kebencanaan, Kecamatan Prambanan juga menjadi pilot proyek penanggulangan kemiskinan di Kabupaten Sleman," katanya.
          Menurut dia, melalui tim koordinasi penanggulangan kemiskinan daerah (TKPKD), TPK Kecamatan, TPK Desa, dan TPK Padukuhan, berbagai upaya pengentasan kemiskinan disinergikan dan digerakkan untuk memberdayakan masyarakat Prambanan keluar dari kondisi kemiskinan.
"Dari tahun ke tahun, jumlah KK miskin di Kecamatan Prambanan terus menurun. Pada 2015, di Kecamatan Prambanan terdapat 16,79 persen, KK miskin atau 3.100 KK. Pada 2014, terdapat 18,19 persen KK miskin atau 3421 KK. Sedangkan pada 2013, terdapat 22,74 persen atau 3.684 KK," katanya. (Ant)

Harimau bisa diselamatkan dari kepunahan


Penelitian gabungan yang dilakukan oleh sejumlah universitas dan organisisasi lingkungan menyebutkan bahwa harimau masih bisa diselamatkan dari kepunahan.
          Berdasarkan keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa, Nepal dan India melaporkan peningkatan populasi harimau masing-masing 62 dan 31 persen yang sebagian besar disebabkan oleh prakarsa konservasi seperti pemeliharaan lanskap lintas batas.
          Penelitian yang dilakukan oleh para peneliti dari Universitas Minnesota, Resolve, Smithsonian Conservation Biology Institute, Rainforest Alliance, Stanford University, dan World Resources Institute (WRI) tersebut menunjukkan tingkat kehilangan hutan di habitat harimau lebih rendah dari yang diperkirakan.
          Peneliti menyebut komitmen internasional untuk melipatgandakan populasi harimau hingga 2022 (inisiatif yang disebut sebagai "Tx2") dapat dicapai dengan tambahan investasi konservasi.
"Sangat luar biasa dan tidak disangka bahwa habitat harimau relatif terpelihara dengan baik selama kurun waktu 14 tahun. Hal ini bukan merupakan tanda bahwa habitat harimau berada dalam situasi aman, namun menunjukkan bahwa harimau dapat kembali dari ambang kepunahan jika kita membuat pilihan pengelolaan hutan yang tepat. Kami telah melihat hasilnya di wilayah seperti batas antara Nepal dan india, di mana tutupan pohon pulih kembali dengan bantuan masyarakat dan populasi harimau meningkat tajam," kata peneliti dari Universitas Minnesota Anup Joshi.
          Ia menegaskan populasi harimau dapat kembali dengan cepat ketika habitat dan mangsa bagi harimau tersedia luas dan perburuan terkontrol. Hingga saat ini populasi harimau di dunia kurang dari 3.500 ekor.
         Namun habitat hutan global selama periode 2001-2014 hilang mendekati angka 8 persen atau 79.600 kilometer persegi di seluruh dunia. Lanskap hutan yang hilang dengan luasan tersebut diperkirakan dapat mendukung kehidupan sekitar 400 harimau.
          Sebagian besar kehilangan hutan di habitat harimau tersebut terjadi di 10 lanskap yang seringkali disebabkan oleh konservasi hutan alami menjadi perkebunan untuk komoditas pertanian seperti kelapa sawit.
         Penelitian ini adalah yang pertama menginvestigasi perubahan tutupan pohon secara sistematis di seluruh 76 Lanskap Konservasi Harimau menggunakan data satelit resolusi tinggi dan menengah. (Ant)

Bupati berharap program KB dan desa Mandiri sasaran KKN UGM di Kulon Progo

         
Di ruang rapat Sermo Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, Senin didampingi dosen pembimbing dan dihadiri Wakil Rektor UGM Bidang Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Prof. Dr. Suratman, M.Sc, Direktur Pengabdian Masyarakat, Prof. Ir. Irfan Dwidya Pryambada, M.Eng, Ph.D.
          184 Mahasiswa UGM mengadakan audensi akan melaksanakan KKN di Kabupaten ini. Lama kegiatan KKN selama 2 bulan. Dari tanggal 1 April hingga 31 Mei 2016. Para mahasiswa ini terbagi dalam 8 unit . Untuk setiap terdiri dari 23 mahasiswa.
Sasaran kegiatan berada di 3 Kecamatan, yaitu 5 unit di Kecamatan Kokap, 2 unit di Kecamatam Sentolo dan 1 unit di Kecamatan Kalibawang.
          KKN kali ini Mahasiswa UGM, berasal dari Fakultas Kedokteran, Kehutanan, Teknik Sipil, Geografi dan FISIP.
          Wakil Rektor UGM, Prof. Suratman mengatakan. Kulon Progo beberapa tahun terakhir ini mengalami perubahan diberbagai bidang. Lahirnya peradaban baru di Kulon Progo, apalagi akan dibangun Bandara dan Kampus UGM di Kabupaten yang memiliki semboyan Bela-Beli Kulon Progo ini. Kata Suratman. Untuk itu, program KKN hendaknya dapat sejalan dengan program yang dijalankan oleh SKPD di Kabupaten Kulon Progo,mewujudkan sinergitas antara fungsi kampus sebagai pengembang akademis berbasis teori dan riset dengan pembangunan di lapangan.
          Mahasiswa harus mampu melahirkan organisasi masyarakat berbasis riset inovasi, menjadi manusia kreatif, produktif, inovatif dan mandiri, sehingga dalam skala besar dapat menjadi Desa Mandiri.
          Bupati Kulon Progo Hasto Wardoyo, menyambut gembira dengan adanya mahasiswa KKN yang akan bertugas di daerah ini. Terlebih pihak UGM sudah punya rencana membangun masyarakat yang inovatif, kreatif, produktif dan mandiri. Untuk itu, Mahasiswa harus mampu membangun masyarakat yang memiliki hard skill dan soft skill, dengan baik. Mendorong masyarakat untuk berkarya bukan bekerja, kalau berkarya ada inovasi tetapi kalau bekerja hanya menjalankan pekerjaan. Kata Bupati.
         Khusus dibidang KB, Hasto Wardoyo berharap pada mahasiswa agar bisa mengajak masyarakat untuk ber KB, membuat sentuhan-sentuhan baru yang bisa mengajak orang untuk ber KB, menciptakan seperti apa layanan KB yang inovatif. Kulo nderek (saya ikut) titip, karena gerakan KB sekarang ini agak kendor. Tutup Hasto.