JAKARTA - Pemerintah
Kabupaten Ponorogo menggelar acara Istighotsah Kubro di halaman pendopo
Kabupaten Ponorogo. Menurut panitia, acara tersebut dilaksanakan sebagai
langkah awal dan komitmen pemerintah Kabupaten Ponorogo untuk menjaga persatuan
dan kesatuan warga Ponorogo agar tidak terjadi perpecahan setelah pemilihan kepala
dan wakil kepala daerah Desember tahun lalu. Acara tersebut juga dihadiri oleh
KH Said Aqil Siroj, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).
Di dalam
ceramahnya, Kia Said menghimbau kepada ribuan jamaah yang hadir untuk terus
mengamalkan ajaran para pendahulu, menjaga ajaran Ahlussunnah wal Jama’ah,
dan menghimbau agar tidak terprovokasi untuk ikut aliran yang menyimpang dan
radikal.
“Jangan sampai
ada warga Ponorogo yang gabung jadi tentara ISIS di Suriah,” tegas Kiai Said.
Lebih
lanjut, Kiai Said menghimbau kepada warga Ponorogo agar bahu-membahu dan
bersatu bersama pemerintah Kabupaten Ponorogo untuk turut serta menyukseskan
program pemerintah untuk menyejahterakan masyarakat.
“Memperkuat ukhuwah
itu yang utama. Kalau sebelum pemilihan (bupati dan wakil bupati) boleh
berbeda pilihan, tapi kalau sudah selesai mari bersatu. Kita rapatkan barisan,
karena pada dasarnya kita semua bersaudara,” papar Kiai lulusan Universitas
Ummul Qura Makkah tersebut.
Kiai Said
menilai bahwa nasionalisme dan Islam harus berjalan secara beriringan.
“Nasionalisme tanpa Islam, maka itu akan menjadi kering. Dan Islam tanpa
nasionalisme, maka itu akan menjadi radikal. Keduanya tidak boleh
dipertentangkan,” pungkas Kiai asal Cirebon tersebut.
Selain
dihadiri oleh warga Ponorogo, acara istighotsah tersebut juga dihadiri oleh
puluhan kiai dan ribuan santri dari pesantren yang ada di Ponorogo. Acara
tersebut berjalan dengan khidmat dan khusuk sesuai dengan yang direncanakan
oleh panitia.
Sesuai
dengan hasil rekapitulasi akhir Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Ponorogo,
pasangan Ipong Muchlissoni-Soedjarno berhasil memenangkan pemilihan bupati dan
wakil bupati Kabupaten Ponorogo dan mengalahkan tiga pasangan calon bupati dan
calon wakil bupati lainnya. Keduanya akan menjabat sebagai Bupati dan Wakil
Bupati Kabupaten Ponorogo selama lima tahun ke depan, 2015-2020. (ahmad muchlishon/mukafi niam)
