Ahli nutrisi
menganjurkan orang tua memasukkan anak ke dunia sekolah saat anak berusia empat
tahun karena itulah usia ideal anak memasuki jenjang sekolah.
"Perkembangan
anak-anak, belum siap sebetulnya, jadi kelihatannya performanya belum optimal.
Begitu dia sudah usia empat tahun kognitifnya sudah berkembang, dia sudah lebih
pintar. Sebelum empat tahun itu waktunya bermain," ujar Dr. Saptawati Bardosono
kepada Antara di Jakarta, Selasa.
Sementara,
bila anak memasuki masa sekolah di bawah usia empat tahun, bukan tak mungkin
performanya nanti tak sesuai harapan orang tua.
"Bila
di bawah usia empat tahun, tentu saja performa kognisinya belum sesuai harapan,
sementara orang tua mengeluh "kok anaknya enggak bisa ini,
itu". Padahal memang belum," kata dia.
Selain
perkembangan kognisinya belum optimal, lanjut dr Tati, karakter anak juga
belum terbentuk. Bila mereka harus masuk sekolah lebih awal dikhawatirkan
pembentukan karakter anak lebih banyak dicampuri orang lain selain
keluarganya.
"Karakternya
belum terbentuk. Jadi khawatirnya, bila sekolah sebelum usia empat tahun,
pembentukan karakternya tidak mewakili keluarganya. Banyak campur tangan di
luar keluarganya. Itu yang membuat dia nanti menjadi berbeda," tutur
dia.
Sembari
mempersiapkan masa sekolahnya, orang tua sebaiknya mengajarkan berbagai hal
semisal toilet trainning, cara bersosialisasi dengan orang lain di luar
keluarga, cara berbagi dengan orang lain, pengenalan waktu makan, tidur dan
lainnya.
"Kalau
semua itu sudah selesai, kemudian dia sudah bisa bersosialisasi, bisa
berbagi dengan orang lain, begitu tiba waktunya dia sekolah, dia sudah siap.
Karakter dia sudah terbentuk dan matang secara kepribadian," kata dr
Tati.
"Saat
di rumah ibunya harus menjelaskan, nanti pada saatnya dia akan bertemu dengan
orang lain (teman-temannya). Ibu harus memperkenalkan ada yang namanya ibu
guru, teman. Di hari pertama dia harus buktikan apa yang dikatakan
ibunya benar. Lalu ibu guru dan teman-temannya sebaik orang yang dia temui di
rumah," tambah dia.
